Struktur dan
anatomi buah dapat dibagi menjadi tiga yaitu sistem jaringan kulit, sistem
dasar, dan sistem pembuluh. Penggolongan buah-buahan dapat dilakukan
berdasarkan musim berbuah, iklim tempat tumbuh, dan berdasar pola respirasinya.
Komposisi setiap macam buah berbeda-beda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
perbedaan varietas, keadaan iklim tempat tumbuh, pemeliharaan tanaman, cara
pemanenan, tingkat kematangan waktu dipanen, kondisi selama pemeraman, dan
kondisi penyimpanan.
Macam-macam buah terdiri atas
3yaitu :
a.
Buah tunggal, yaitu buah yang bentuknya terdiri dari satu bunga dengan
satu bakal buah, serta berisi satu biji atau lebih.
b.
Buah ganda, yang bentuknya itu terdiri dari satu bunga yang memiliki
banyak bakal buah. Masing-masing dalam bakal buah tumbuh menjadi buah
tersendiri, namun pada akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu
buah. Contohnya seperti buah sirsak(Annona).
c. Buah majemuk, bentuknya
terdiri dari bunga majemuk. Dengan demikian, bus ini berasal dari banyak bunga
dan banyak bakal buah. Akhirnya, seakan-akan bunga tersebut menjadi satu buah
saja. Contohnya seperti buah nanas(Ananas), serta bunga matahari (Helianthus).
Struktur Buah
Apabila bakal buah berkembang
menjadi buah, dinding ovarium menjadi perikarpium. Pada bunga dinding ovarium
menjadi perikarpium. Pada bunga dinding ovarium terdiri dari sel – sel
parenkim, jaringan pembuluh, dan lapisan epidermis dalam dan luar. Selama
pemasakan, perikarpium bertambah jumlah selnya. Jaringan dasar secara relative
tetap homogen dan paerenkim terdiferensiasi menjadi parenkim dan jaringan
sklerenkim. Perikarpium mungkin terdiferensiasi menjadi 3 bagian yangh secara
morfologi berbeda yaitu eksokarpium, mesokarpium dan endokarpium. Masing –
masing merupaka lapisan terluar, bagian tengah dan lapisan terdalam. Kadang –
kadang eksokarpium dan endokarpium merupakan epidermis luar dan dalam dinding
ovarium. Dinding ovarium menyelubungi ovarium dimana biji dihasilkan. Jaringan
pembuluh bervariasi untuk setiap jenis buah dan terdapat pada perikarpium.
Struktur perikarpium menunjukkan variasi yang luas untuk setiap jenis atau tipe
buah. Ada 2 macam tipe perikarpium, yaitu parenkematik, pada buah berdaging dan
sklerenkimatik pada buah kering.
Macam – Macam Struktur Buah :
·
Buah Kering
Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat
dibedakan atas bentuk-bentuk buah
kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit
yang kering; dan buah berdaging
(carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.
Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens
berisi satu biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu
memecah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe
kurung, dan tipe keras.
·
Buah Padi (caryopsis)
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis,
dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang
berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-padian
(Poaceae)
dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini.
Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak
di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum).
Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal
satu lapis sel), endospermia (tempat
penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.
·
Buah kurung (achenium)
Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan
namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji') bunga pukul
empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah
(buah) bunga matahari.
·
Buah keras (nux)
Buah keras atau geluk (nux) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel)
atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi
biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak berlekatan dengan
kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan
(Castanopsis).
Beberapa jenis buah keras, kulitnya mengalami pelebaran sehingga membentuk
semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah ini—jika masak—menjauh dari
pohon induknya. Buah bersayap (samara)
semacam ini contohnya adalah buah meranti (Shorea) dan kerabatnya dari suku
Dipterocarpaceae.
Buah kering yang memecah (dehiscens) umumnya berisi lebih
dari satu biji, sehingga memecahnya buah nampaknya terkait dengan upaya untuk
memencarkan biji, agar tidak terkumpul di suatu tempat. Misalnya adalah:
o
Buah berbelah (schizocarpium)
Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua
ruang atau lebih, masing-masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah,
ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga
masing-masing ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi
(Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae,
dan lain-lain.
o
Buah kendaga
Buah kendaga (rhegma) seperti buah belah, namun
ruang-ruang itu masing-masing memecah, sehingga bijinya terlempar keluar.
Masing-masing ruang terbentuk dari satu daun buah. Contoh: para (Hevea), jarak (Ricinus).
·
Buah kotak
Terdiri atas satu atau beberapa daun buah, berbiji banyak. Buah ini memecah
jika masak, namun kulit buah yang pecah sampai lama tidak terlepas dari tangkai
buah. Ada banyak macam buah kotak. Buah
kotak sejati (capsula) terdiri atas dua daun buah atau lebih;
jumlah ruangannya sesuai dengan jumlah daun buah asalnya. Buah ini membuka
dengan bermacam-macam cara. Contohnya adalah durian (Durio),
anggrek
(Orchidaceae). 'Daging buah' durian yang dimakan sebetulnya adalah arilus
(salut biji),
perbesaran dari selaput penutup biji.
Selain itu,
masih ada lagi beberapa jenis buah kotak seperti berikut ini:
o
Buah bumbung
Buah bumbung (folliculus) berasal dari bakal
buah yang terdiri atas satu daun buah dengan banyak biji. Jika masak, kotak
terbelah menurut salah satu kampuhnya, biasanya kampuh perut. Contohnya adalah widuri (Calotropis),
kepuh
(Sterculia).
o
Buah polong
Buah polong (legumen) terdiri atas satu daun
buah dengan satu ruangan dan banyak biji; sering pula ruangan ini
terpisah-pisah oleh sekat semu. Jika masak, ruangan akan terbuka menurut kedua
kampuhnya yang memanjang. Contohnya adalah aneka jenis polong-polongan
(Fabaceae, atau dulu disebut Leguminosae).
o
Buah lobak
Buah lobak (siliqua) tersusun dari dua daun
buah dengan satu ruangan yang tersekat oleh sekat semu. Buah terpecah menurut
kedua kampuhnya ketika masak, namun ujungnya masih berlekatan. Biji sebentar
masih melekat pada sekat semu, yang sebetulnya adalah tembuni,
sebelum pada akhirnya terlepas. Contohnya adalah jenis-jenis Cruciferae.
·
Buah berdaging
Buah-buah tunggal berdaging pada umumnya tidak memecah (membuka) ketika
masak. Salah satu perkecualiannya adalah pala (Myristica).
Beberapa bentuk buah berdaging, di antaranya:
o
Buah buni
Buah buni (bacca) mempunyai dinding buah
terdiri dari dua lapisan, yakni lapisan luar (eksokarp atau epikarp) yang tipis
dan lapisan dalam (endokarp) yang tebal, lunak dan berair. Biji-biji lepas
dalam lapisan dalam tersebut. Contohnya adalah buni (Antidesma), belimbing
(Averrhoa), jambu biji (Psidium), tomat (Lycopersicum)
.
o
Buah mentimun
Buah mentimun (pepo) serupa dengan buah buni,
namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di
tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji
di dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah mentimun
(Cucurbita) dan kerabatnya.
o
Buah jeruk
Buah jeruk (hesperidium) adalah variasi dari
buah buni dengan tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi
kelenjar minyak; lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya
keputih-putihan; serta lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung
berisi cairan di dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung
itu. Contoh: buah jeruk
(Citrus).
o
Buah batu
Buah batu (drupa) memiliki tiga lapisan dinding
buah. Eksokarp umumnya tipis menjangat (seperti kulit); mesokarp yang berdaging
atau berserabut; dan endokarp yang liat, tebal dan keras, bahkan dapat amat
keras seperti batu. Contohnya adalah mangga (Mangifera),
dengan mesokarp berdaging; atau kelapa (Cocos), yang mesokarpnya berserabut.
o
Buah delima
Dinding luarnya liat, keras atau kaku, hampir seperti
kayu; dinding dalam tipis, liat, bersekat-sekat. Masing-masing ruang dengan
banyak biji. Selaput biji tebal berair dan dapat dimakan. Contohnya adalah delima (Punica).
·
Buah ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang memiliki banyak
bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah yang tersendiri,
lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu
buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam
buah berganda. Misalnya:
·
Buah majemuk
Pada
beberapa jenis tumbuhan, seperti pace, bunga muncul secara
teratur dan
terus menerus sepanjang tahun, sehingga kita dapat melihat
adanya bunga, pentil (buah muda) dan buah
masak pada waktu yang
bersamaan di satu pohon.
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk.
Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah),
yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah
saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
o buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea).
Tongkol jagung sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
Terlihat
pada foto di atas, tahap-tahap perkembangan buah majemuk pada pace. Bunga-bunga
pace berkumpul dalam satu perbungaan (bunga majemuk) yang disebut bongkol.
Setelah diserbuki dan dibuahi, setiap kuntum bunga mulai tumbuh menjadi buah
batu (drupa). Dalam perkembangannya, buah-buah batu ini pada akhirnya
saling luluh menjadi sebutir buah batu majemuk.
Sesuai
dengan definisi, buah ganda dan buah majemuk sukar disebut buah sejati. Karena
pada buah-buah tersebut terdapat bagian-bagian lain dari bunga –selain bakal
buah– yang turut bertumbuh dan berkembang menjadi buah, baik bagian-bagian itu
menjadi bagian utama buah ataupun bukan.
·
Buah tak berbiji
Jeruk sukun (tak berbiji)
Keadaan tak
berbiji merupakan salah satu ciri penting buah-buahan komersial. Kultivar-kultivar
pisang
dan nanas
adalah contohnya. Demikian pula, buah-buah jeruk, anggur, dan semangka
dari kultivar tak berbiji umumnya dihargai lebih mahal. Keadaan tak berbiji
demikian biasa pula disebut sukun.
Pada
sejumlah spesies, keadaan tak berbiji merupakan hasil dari partenokarpi,
yakni proses pembentukan buah tanpa terjadinya pembuahan
sebelumnya. Buah partenokarpi bisa terbentuk dengan atau tanpa peristiwa penyerbukan.
Kebanyakan kultivar jeruk sukun memerlukan penyerbukan untuk proses pembentukannya;
namun pisang dan nanas tidak memerlukannya. Sementara itu, keadaan tak berbiji
pada anggur sebetulnya terjadi karena matinya atau tidak tumbuhnya embrio (dan
biji) yang dihasilkan oleh pembuahan, keadaan yang dikenal sebagai stenospermokarpi, yang
memerlukan proses penyerbukan dan pembuahan secara normal.





0 komentar:
Posting Komentar